Harga Plastik Melonjak 4 Kali Lipat, Wali Kota Bandung Ajak Warga Ubah Kebiasaan Belanja

photo author
- Kamis, 9 April 2026 | 20:45 WIB
 Muhammad Farhan, menyoroti lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi secara tiba-tiba di Kota Bandung dan berdampak langsung pada pelaku usaha khususnya UMKM kuliner. (Foto: Humas Bandung)
Muhammad Farhan, menyoroti lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi secara tiba-tiba di Kota Bandung dan berdampak langsung pada pelaku usaha khususnya UMKM kuliner. (Foto: Humas Bandung)

PROJABAR.COM - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, merespons cepat lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi secara tiba-tiba dan dilaporkan mencapai hingga empat kali lipat dalam waktu singkat.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Stop Impor BBM dalam 2-3 Tahun, Ini Strateginya

Kenaikan ini pertama kali dirasakan oleh para pelaku usaha, khususnya di sektor UMKM kuliner yang mengandalkan sistem pesan antar (takeaway), sejak akhir pekan lalu. “Saya mendapat laporan harga plastik bungkus naik signifikan. Dari yang biasanya sekitar Rp15 ribu per paket kini menjadi Rp40 ribuan,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (8/4/2026).

Meskipun mengakui belum mengetahui secara pasti penyebab utama lonjakan ini, Farhan memastikan akan segera melakukan investigasi. Ia berencana menelusuri langsung ke jaringan distributor untuk memastikan akar permasalahan yang membebani para pelaku UMKM.

Di tengah keresahan tersebut, Farhan melihat adanya peluang untuk mendorong perubahan kebiasaan. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai momentum mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai. “Kalau keluar rumah jangan lupa bawa kantong belanja sebagai pengganti kresek dan bawa juga kontainer makanan dari rumah,” imbau Farhan.

Langkah sederhana ini dinilai tidak hanya mampu menekan beban biaya rumah tangga akibat mahalnya plastik, tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan dengan mengurangi volume sampah. “Selain harganya mahal ini juga kesempatan kita untuk mengurangi sampah plastik,” tuturnya.

Secara makro, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh gangguan distribusi bahan baku nafta serta konflik geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi harga minyak global. Pemerintah pusat pun tengah menyiapkan strategi untuk mengamankan pasokan dari kawasan alternatif serta mengembangkan bioplastik berbasis potensi lokal seperti rumput laut dan singkong.
Baca Juga: BPOM Perluas Penggunaan Vaksin Campak untuk Dewasa, Targetkan Tenaga Kesehatan dan Pelaku Perjalanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Cikal Bintang Sayyid Arrazy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

10 Tantangan Ekonomi Indonesia saat ini tahun 2026

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43 WIB
X