PROJABAR.COM - Bencana hidrometeorologi kembali melumpuhkan infrastruktur vital di Jawa Barat. Jembatan Radug yang menghubungkan Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, ambrol pada Jumat (17/4/2026) dini hari, memutus total akses transportasi utama warga.
Peristiwa ini dipicu oleh tingginya debit air Sungai Citarum akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya dalam tiga hari terakhir. Tidak hanya merusak badan jalan, kejadian ini juga menyebabkan satu tiang listrik roboh sehingga memicu pemadaman listrik di permukiman sekitar.
Kapolsek Ibun, Iptu Deny Four Tjahjanto, menyatakan bahwa pihaknya telah memasang garis polisi (police line) di lokasi kejadian. “Kami mengimbau keras agar masyarakat tidak memaksakan diri melintas. Keamanan warga adalah prioritas utama kami saat ini,” ujarnya saat melakukan monitoring di lokasi, Jumat siang.
Baca Juga: Program Renovasi 40.000 Rutilahu di Jabar Putarkan Ekonomi, Genteng Plered Banjir Orderan
Kronologi Amblasnya Jembatan Radug
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Radug, Desa Karyalaksana, Kecamatan Ibun. Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jembatan mengalami kerusakan struktur yang signifikan.
Kerusakan ini diakibatkan oleh abrasi atau tergerusnya tanah di dasar sungai akibat arus banjir bandang. Kondisi ini membuat struktur bangunan tidak lagi aman untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Camat Ibun, Pipin Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa meskipun saat kejadian intensitas hujan mulai menurun, kondisi tanah yang sudah jenuh air dan tergerus arus sungai menyebabkan longsoran di fondasi jembatan.
“Banjir di wilayah Citarum terjadi berturut-turut sebelumnya. Dampaknya adalah tergerusnya tanah di bawah jembatan hingga amblas semalam,” kata Pipin.
Dampak dan Pengalihan Arus Lalu Lintas
Amblasnya Jembatan Radug membuat jalur penghubung antara Majalaya dan Ibun terputus total. Hal ini berdampak langsung pada mobilitas warga yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas ekonomi dan sosial.
Pemadaman listrik sempat terjadi akibat robohnya tiang penyangga di sekitar lokasi kejadian. Namun, berkat koordinasi cepat dengan PT PLN (Persero) wilayah Majalaya, aliran listrik mulai kembali normal sejak Jumat subuh.
Pihak Kecamatan Ibun telah menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi kelumpuhan akses:
-
Kendaraan Roda Dua: Diarahkan melalui jalur Cekonyel.
-
Kendaraan Roda Empat: Harus memutar melalui jalur Majalaya atau Pangalengan.
Langkah Tanggap Darurat Pemerintah
Pemerintah Kecamatan Ibun telah mengambil langkah administratif cepat dengan melayangkan surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Mengingat jembatan ini berada di bawah wewenang kabupaten, kami berharap ada tindak lanjut segera agar aktivitas warga kembali normal,” ujar Pipin Zaenal Arifin.
Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan dari TNI, Polri, dan staf pemerintahan desa masih bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak ada warga yang mendekati area zona bahaya longsoran.
Baca Juga: Tiga Regulasi Turunan SPMB 2026/2027 Disosialisasikan di Tegalwaru, Jalur Prestasi Kini Pakai Akumulasi Rapor dan TKA
Artikel Terkait
Detik-Detik Siswi SMP di Bandung Barat Dibawa Kabur, Pelaku Ternyata Anak di Bawah Umur yang Saling Kenal
Menkes Bantah Keras Isu Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Polisi Tetap Selidiki Kasus Nyaris Tertukar
Cuaca Ekstrem Landa Jabar: Banjir-Longsor Rusak Ratusan Rumah, BPBD Imbau Warga Siaga
Tiga Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Jabar: UI Sidang 16 Mahasiswa, ITB Lagu "Erika" Viral, Unpad Guru Besar Diduga Lecehkan Mahasiswi Exchange
Demo Mahasiswa, Aksi demonstrasi Mahasiswa di Bekasi dan Bandung
Mahasiswa di Jawa Barat, Bogor, Bacok Tante
Musrenbang 2027: Gubernur Prioritas Pendidikan, DPRD Kawal Ketat SMK IDN Bogor
3.600 Pelajar Se-Jabar Hadiri WJSLS 4.0, Dikenalkan Nilai Pancawaluya untuk Perkuat Kepemimpinan dan Peduli Lingkungan
Tiga Regulasi Turunan SPMB 2026/2027 Disosialisasikan di Tegalwaru, Jalur Prestasi Kini Pakai Akumulasi Rapor dan TKA
Program Renovasi 40.000 Rutilahu di Jabar Putarkan Ekonomi, Genteng Plered Banjir Orderan