Di Tengah Perang dan Tekanan Global, IHSG Melemah Tipis Namun Rupiah Tembus Rp17.100

photo author
- Jumat, 17 April 2026 | 14:45 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: istimewa)
Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: istimewa)

PROJABAR.COM - Perekonomian Indonesia menghadapi ujian berat pada pertengahan April 2026 ini. Konflik geopolitik di Timur Tengah yang memanas sejak akhir Februalu lalu memicu gejolak nilai tukar dan pasar modal domestik, meski fundamental ekonomi makro seperti surplus perdagangan masih menjadi katup penyelamat.
Baca Juga: Jembatan Radug di Bandung Amblas Diterjang Banjir Citarum, Akses Majalaya-Ibun Lumpuh Total

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17 Maret 2026. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat akibat perang . Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03% ke level 7.621 pada perdagangan Kamis (16/4/2026), dengan tekanan jual asing mencapai Rp1,01 triliun yang mayoritas terjadi pada saham sektor perbankan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu mengajukan pinjaman baru ke Dana Moneter Internasional (IMF) seperti yang dilakukan oleh 12 negara lain. Hal ini disampaikannya usai bertemu Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC . Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menginstruksikan jajarannya untuk memperluas akses pasar global guna memanfaatkan momentum surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut.

Gejolak ekonomi ini terjadi di tengah situasi global yang memburuk akibat perang di Timur Tengah, namun dampaknya langsung dirasakan di pasar keuangan domestik. Di tingkat domestik, optimisme tetap terpantau dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia untuk triwulan I 2026 yang mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) positif sebesar 10,11%.

Data terbaru yang dirilis sepanjang pekan ini (15-17 April 2026) menunjukkan tekanan pada Rupiah terus berlanjut. Pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026), nilai tukar rupiah terpantau di level Rp17.143 per dolar AS . Angka ini menunjukkan pelemahan dibandingkan posisi 16 Maret 2026 yang berada di Rp16.985.

Tekanan eksternal menjadi biang utama. IMF dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2026 memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% (turun 0,1% dari proyeksi Januari) akibat eskalasi konflik Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok dan memicu kenaikan harga minyak dunia. Hal ini memicu risk-off sentiment atau perilaku investor yang cenderung keluar dari aset negara berkembang (emerging markets) menuju aset aman (safe haven) seperti dolar AS.

Meskipun IHSG tertekan, sektor riil menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai meningkat menjadi 73,33% pada awal 2026, didorong oleh sektor pertanian (musim panen) dan industri pengolahan. Pemerintah juga menyiapkan APBN 2026 yang ekspansif dengan defisit 2,68% terhadap PDB untuk menjalankan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan, yang diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat. Menteri Keuangan memastikan ruang fiskal masih tersisa Rp420 triliun untuk meredam guncangan.

Kutipan Langsung:
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimisme terkait fundamental ketenagakerjaan. “Tingkat kemiskinan kita turun menjadi 8,25%. Gini ratio kita turun, unemployment kita juga turun. Dan penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru,” ujarnya dalam diskusi di Universitas Gadjah Mada pada 15 April 2026
Baca Juga: Program Renovasi 40.000 Rutilahu di Jabar Putarkan Ekonomi, Genteng Plered Banjir Orderan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Cikal Bintang Sayyid Arrazy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

10 Tantangan Ekonomi Indonesia saat ini tahun 2026

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43 WIB
X