Biaya Manusia dari Jerat Pinjol Ilegal: Krisis Kesehatan Mental dan Kehancuran Sosial

photo author
- Rabu, 24 September 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi Pinjaman Online, Pinjol (Tangkapan layar YouTube Tahu Aja)
Ilustrasi Pinjaman Online, Pinjol (Tangkapan layar YouTube Tahu Aja)

PROJABAR.COM - Di balik deretan angka utang yang membengkak, dampak paling mengerikan dari pinjaman online (pinjol) ilegal adalah biaya kemanusiaan yang harus ditanggung para korbannya. Praktik penagihan yang brutal tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi secara sistematis meruntuhkan kesehatan mental dan tatanan sosial.

Teror Psikologis yang Menghancurkan Mental

Korban pinjol ilegal menjadi sasaran perang psikologis yang terstruktur. Teror tanpa henti melalui telepon, pesan, dan media sosial berisi ancaman, intimidasi, dan pelecehan verbal menjadikan stres kronis, gangguan kecemasan parah, hingga depresi klinis sebagai kenyataan sehari-hari. Yang lebih mengerikan, sebuah penelitian mengungkap korelasi yang mencengangkan: korban pinjol ilegal delapan kali lebih berisiko melakukan percobaan bunuh diri dibandingkan orang yang tidak terpapar.

Penghancuran Jaring Pengaman Sosial: Dikucilkan dan Dihina

Mengapa dampaknya begitu parah? Jawabannya terletak pada taktik yang dirancang untuk menghancurkan martabat dan hubungan sosial korban. Dengan menyebarkan data pribadi (doxing) beserta fitnah ke seluruh daftar kontak termasuk keluarga, teman, dan rekan kerja pinjol ilegal sengaja mempermalukan korbannya di lingkungan terdekat. Akibatnya, kepercayaan hancur, hubungan rumah tangga retak, persahabatan putus, dan banyak yang akhirnya kehilangan mata pencaharian. Korban didorong ke dalam jurang isolasi sosial yang dalam, semakin mempersulit pemulihan.

Siklus Jerat Utang yang Nyaris Mustahil Diloloskan

Teror ini biasanya dimulai tepat saat korban mulai kesulitan membayar sebuah situasi yang hampir tak terelakkan akibat bunga yang mencekik. Dalam keputusasaan, banyak korban terjebak dalam siklus "gali lubang tutup lubang" dengan meminjam dari pinjol ilegal lainnya. Hal ini hanya memperdalam jerat utang (debt trap) yang semakin sulit dilepaskan.

Intinya, model bisnis ini sengaja membidik kerapuhan psikologis dan sosial individu, mengubah rasa malu dan takut menjadi senjata pemerasan. Ini bukan sekadar masalah utang-piutang, melainkan telah berubah menjadi krisis kesehatan masyarakat yang serius dan tersembunyi di balik layar gawai.

(mcbsa)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Cikal Bintang Sayyid Arrazy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X