Kegiatan konsolidasi berlangsung pada Rabu (15/4/2026) di Jakarta Timur dan dihadiri perwakilan dari 19 Dewan Pimpinan Daerah Forum BUMDes tingkat kabupaten se-Jawa Barat.
Ketua DPW Forum BUMDes Indonesia Jawa Barat, Dimas Insany, menegaskan bahwa penguatan organisasi menjadi fondasi utama dalam menjalankan peran Forum BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.
“Forum ini harus memiliki semangat juang yang tinggi dan kembali ke marwah organisasi sesuai dengan AD/ART, agar mampu menjadi wadah yang benar-benar memperjuangkan kemajuan BUMDes,” ujar Dimas Insany.
Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Data Bloomberg menunjukkan rupiah ditutup menguat 0,03 persen ke level Rp17.138 per dolar AS.
Melansir data Refinitif, pada pukul 15.00 WIB rupiah ditutup di posisi Rp17.125/US$ atau terapresiasi sebesar 0,03 persen.
Menguatnya rupiah didorong oleh meningkatnya harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, sehingga investor mulai mengurangi kepemilikan aset safe haven seperti dolar AS.
Dari sisi inflasi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat inflasi year on year di Jawa Barat pada Maret 2026 sebesar 3,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,52.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan upaya pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah cukup berhasil menahan laju inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Majalengka sebesar 4,50 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Subang sebesar 3,32 persen.
Secara month to month, inflasi Jawa Barat Maret 2026 sebesar 0,52 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi bulan Februari yang mencapai 0,81 persen, meski bertepatan dengan momen Ramadan dan Idulfitri.
“Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pengendalian harga melalui Gerakan Pangan Murah serta pemberian diskon tarif tol dan kereta api selama periode mudik untuk meredam laju inflasi,” ujar Ari dalam keterangan pers, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: 3.600 Pelajar Se-Jabar Hadiri WJSLS 4.0, Dikenalkan Nilai Pancawaluya untuk Perkuat Kepemimpinan dan Peduli Lingkungan
Artikel Terkait
APBN Defisit Rp240,1 Triliun per Maret 2026, Menkeu Purbaya: Jangan Kaget, Ini Sudah Desain Awal
Tiket Pesawat Resmi Naik Maksimal 13 Persen, Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang
Kredit Perbankan Jabar Tembus Rp1.014 Triliun, OJK Pastikan Stabilitas Terjaga di Awal 2026
Prabowo Targetkan Stop Impor BBM dalam 2-3 Tahun, Ini Strateginya
Harga Plastik Melonjak 4 Kali Lipat, Wali Kota Bandung Ajak Warga Ubah Kebiasaan Belanja
Menteri UMKM: Pelaku Usaha Tahan Harga Jual di Tengah Lonjakan Harga Plastik 40-60 Persen
Total PHK Maret 2026 Capai 8.389 Orang, Jawa Barat Jadi Wilayah Terparah
Kritis PHK Maret 2026: Data JKP Hanya Puncak Gunung Es, Daya Tahan Industri di Ujung Tanduk
Dana Sitaan Rp11,4 Triliun Masuk Kas Negara: Bantu Redam Defisit atau Hanya Angin Lalu?
Menilik Belanja Badan Gizi Nasional 2025-2026: Dari Rp71 Triliun hingga Rencana Rp268 Triliun di Tengah Tantangan Serapan