Program Renovasi 40.000 Rutilahu di Jabar Putarkan Ekonomi, Genteng Plered Banjir Orderan

photo author
- Kamis, 16 April 2026 | 19:58 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung lokasi lahan di kawasan industri milik PT MOS di Kabupaten Purwakarta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung lokasi lahan di kawasan industri milik PT MOS di Kabupaten Purwakarta.

Berkat proyek besar tersebut, pengusaha genteng di Plered kebanjiran orderan hingga 12 juta keping genteng.

Dedi Mulyadi pun memberikan syarat mutlak bagi pengusaha yang menerima pesanan besar ini untuk menaikkan upah buruh.

Untuk mendukung kapasitas produksi, pemerintah menggandeng Bank Jabar guna menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah 0,5 persen.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menambahkan, khusus untuk wilayah Kabupaten Bandung, program BSPS tahun ini akan menyasar 966 unit rutilahu yang tersebar di 63 desa pada 23 kecamatan.

Kinerja ekspor Jawa Barat juga menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat nilai ekspor Jabar pada Januari 2026 mencapai USD 3,14 miliar, naik 3,75 persen dibandingkan Januari 2025.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan kontribusi ekspor Januari 2026 masih didominasi oleh sektor industri sebesar 98,77 persen.

Tiga golongan barang penyumbang ekspor terbesar adalah kendaraan dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik, serta mesin dan peralatan mekanis.

Negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat senilai USD 527,75 juta, meningkat USD 28,22 juta dibandingkan Januari 2025.

Sementara itu, impor Jawa Barat pada Januari 2026 mencapai USD 1,02 miliar, turun 5,51 persen dibandingkan Januari 2025.

Dari data tersebut, neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus senilai USD 2,12 miliar.

Dari sisi investasi, berdasarkan proyeksi Kementerian Investasi, nilai investasi di Indonesia mencapai Rp497 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 6,9 persen dibanding kuartal I tahun lalu.

Jawa Barat masuk sebagai provinsi penerima investasi terbesar kedua di Indonesia pada kuartal I 2026 dengan estimasi nilai Rp72 triliun, di bawah DKI Jakarta Rp74 triliun.

Menteri Investasi Rosan Roeslani dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR, Senin (13/4/2026), menyebut penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 627 ribu orang atau naik sekitar 5,5 persen secara tahunan.

Aliran investasi paling banyak masuk ke sektor industri logam dasar, dengan estimasi nilai Rp67 triliun.

Sementara itu, Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jawa Barat terus mengintensifkan konsolidasi internal sebagai langkah strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Cikal Bintang Sayyid Arrazy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

10 Tantangan Ekonomi Indonesia saat ini tahun 2026

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43 WIB
X