Berkat proyek besar tersebut, pengusaha genteng di Plered kebanjiran orderan hingga 12 juta keping genteng.
Dedi Mulyadi pun memberikan syarat mutlak bagi pengusaha yang menerima pesanan besar ini untuk menaikkan upah buruh.
Untuk mendukung kapasitas produksi, pemerintah menggandeng Bank Jabar guna menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah 0,5 persen.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menambahkan, khusus untuk wilayah Kabupaten Bandung, program BSPS tahun ini akan menyasar 966 unit rutilahu yang tersebar di 63 desa pada 23 kecamatan.
Kinerja ekspor Jawa Barat juga menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat nilai ekspor Jabar pada Januari 2026 mencapai USD 3,14 miliar, naik 3,75 persen dibandingkan Januari 2025.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan kontribusi ekspor Januari 2026 masih didominasi oleh sektor industri sebesar 98,77 persen.
Tiga golongan barang penyumbang ekspor terbesar adalah kendaraan dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik, serta mesin dan peralatan mekanis.
Negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat senilai USD 527,75 juta, meningkat USD 28,22 juta dibandingkan Januari 2025.
Sementara itu, impor Jawa Barat pada Januari 2026 mencapai USD 1,02 miliar, turun 5,51 persen dibandingkan Januari 2025.
Dari data tersebut, neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus senilai USD 2,12 miliar.
Dari sisi investasi, berdasarkan proyeksi Kementerian Investasi, nilai investasi di Indonesia mencapai Rp497 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 6,9 persen dibanding kuartal I tahun lalu.
Jawa Barat masuk sebagai provinsi penerima investasi terbesar kedua di Indonesia pada kuartal I 2026 dengan estimasi nilai Rp72 triliun, di bawah DKI Jakarta Rp74 triliun.
Menteri Investasi Rosan Roeslani dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR, Senin (13/4/2026), menyebut penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 627 ribu orang atau naik sekitar 5,5 persen secara tahunan.
Aliran investasi paling banyak masuk ke sektor industri logam dasar, dengan estimasi nilai Rp67 triliun.
Sementara itu, Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jawa Barat terus mengintensifkan konsolidasi internal sebagai langkah strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
APBN Defisit Rp240,1 Triliun per Maret 2026, Menkeu Purbaya: Jangan Kaget, Ini Sudah Desain Awal
Tiket Pesawat Resmi Naik Maksimal 13 Persen, Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang
Kredit Perbankan Jabar Tembus Rp1.014 Triliun, OJK Pastikan Stabilitas Terjaga di Awal 2026
Prabowo Targetkan Stop Impor BBM dalam 2-3 Tahun, Ini Strateginya
Harga Plastik Melonjak 4 Kali Lipat, Wali Kota Bandung Ajak Warga Ubah Kebiasaan Belanja
Menteri UMKM: Pelaku Usaha Tahan Harga Jual di Tengah Lonjakan Harga Plastik 40-60 Persen
Total PHK Maret 2026 Capai 8.389 Orang, Jawa Barat Jadi Wilayah Terparah
Kritis PHK Maret 2026: Data JKP Hanya Puncak Gunung Es, Daya Tahan Industri di Ujung Tanduk
Dana Sitaan Rp11,4 Triliun Masuk Kas Negara: Bantu Redam Defisit atau Hanya Angin Lalu?
Menilik Belanja Badan Gizi Nasional 2025-2026: Dari Rp71 Triliun hingga Rencana Rp268 Triliun di Tengah Tantangan Serapan