Potret Gen Z Jawa Barat 2026: Digital Native yang Melek Investasi, Kreatif, namun Rentan Gangguan Mental

photo author
- Jumat, 17 April 2026 | 17:21 WIB
Forum Dialog Terbuka Mahasiswa Jawa Barat digelar bersama Pemerintah Provinsi Jabar dan DPRD Jabar di Halaman Gedung Sate.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Forum Dialog Terbuka Mahasiswa Jawa Barat digelar bersama Pemerintah Provinsi Jabar dan DPRD Jabar di Halaman Gedung Sate. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

3. Ekspresif dan Kreatif di Media Sosial

Gen Z Jawa Barat, khususnya di kota-kota besar seperti Bandung, dikenal sebagai kelompok yang sangat ekspresif dalam memanfaatkan media sosial. Dari foto selfie, outfit of the day (OOTD), hingga video singkat penuh ide, konten digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka.

Marveline Grace, seorang kreator muda Bandung, menyatakan bahwa konten digital telah menjadi bahasa ekspresi diri. "Bagi kami, konten itu seperti bahasa. Cara untuk nunjukin siapa diri kita," ungkapnya pada 25 September 2025. Fenomena ini menunjukkan bahwa bagi Gen Z, teknologi bukan hanya alat, melainkan identitas dan media aktualisasi diri.

Preferensi komunikasi politik Gen Z Jawa Barat juga bergeser ke ranah digital. Sebuah studi pada Pemilu 2024 menunjukkan bahwa media sosial khususnya Instagram mendominasi sebagai sumber utama informasi politik mereka, dengan jumlah pemilih mencapai 7,4 juta orang atau 20,74% dari total daftar pemilih di Jawa Barat.

4. Rentan Gangguan Mental

Di balik citra positif sebagai generasi kreatif dan melek teknologi, Gen Z Jawa Barat menghadapi tantangan serius pada aspek kesehatan mental. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi psikologis generasi muda yang dinilai semakin memprihatinkan.

"Penyebab utama menurunnya moral generasi Z berasal dari perubahan sosial yang drastis. Gawai dan media sosial sebagai dua faktor utama yang mempersempit ruang gerak anak-anak dan mengganggu perkembangan mental mereka," ujar Dedi Mulyadi pada 22 Juli 2025.

Sebagai respons, Pemprov Jawa Barat berencana menempatkan psikolog di setiap sekolah tingkat SMP dan SMA. Langkah ini diambil menyusul maraknya kasus perundungan, masalah seksual, hingga kasus bunuh diri di kalangan pelajar. "Masalah remaja sekarang tidak bisa ditangani hanya dengan pendekatan kedisiplinan. Ini soal kejiwaan," tegas Dedi.

Data global memperkuat kekhawatiran ini. Survei Gallup tahun 2023 menunjukkan hanya 15% Gen Z yang menggambarkan kesehatan mental mereka sangat baik, penurunan tajam dari satu dekade sebelumnya ketika 52% Milenial pada usia yang sama mengatakan hal yang sama. Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan, sebanyak 6,1% penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan kesehatan mental.

5. Menyukai Fleksibilitas dan Gig Economy

Karakteristik Gen Z yang menyukai fleksibilitas waktu dan tempat kerja menjadikan mereka kelompok sasaran utama ekonomi gig (gig economy). Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan bahwa ekonomi gig memiliki tiga ciri utama kontrak jangka pendek, pekerjaan fleksibel, dan penggunaan platform digital.

"Penduduk Jawa Barat di atas 50% itu adalah milenial dan Gen Z. Jadi ini sangat cocok untuk anak-anak muda," kata Herman dalam acara peluncuran pelatihan gig economy di ITB. Program ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi terbentuknya ekosistem ekonomi baru berbasis digital, sekaligus menjawab aspirasi kerja Gen Z yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun memiliki banyak karakteristik positif, Gen Z Jawa Barat juga menghadapi sejumlah tantangan serius. Tingkat pengangguran pada kelompok usia muda (15–24 tahun) di Jawa Barat lebih dari 40%, jauh di atas rata-rata usia produktif lainnya. Fenomena ini menciptakan paradoks Gen Z lebih terdidik dibanding generasi sebelumnya, tetapi justru paling banyak menganggur.

Pengamat ekonomi Watno menyebut adanya spatial mismatch ketimpangan geografis antara lokasi pencari kerja dan pusat industri. Pertumbuhan industri di Jabar cenderung terkonsentrasi di wilayah Karawang, Bekasi, dan Cikarang, sementara daerah seperti Garut, Tasikmalaya, dan Sukabumi masih tertinggal dalam penyerapan tenaga kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Cikal Bintang Sayyid Arrazy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mahasiswa di Jawa Barat, Bogor, Bacok Tante

Rabu, 15 April 2026 | 16:03 WIB
X