PROJABAR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dengan status Siaga untuk wilayah Jawa Barat pada hari ini, Jumat, 17 April 2026.
Status ini menandakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang berisiko menyebabkan banjir bandang, tanah longsor, serta angin kencang di berbagai daerah.
Warga diminta waspada mengingat dampak Bibit Siklon Tropis 92S yang masih memicu cuaca ekstrem meskipun mulai menjauhi wilayah Indonesia.
Baca Juga: Di Tengah Perang dan Tekanan Global, IHSG Melemah Tipis Namun Rupiah Tembus Rp17.100
Peringatan BMKG: Hujan Lebat Melanda Sebagian Besar Daerah
BMKG menetapkan status Siaga untuk potensi hujan lebat di Jawa Barat.
Berdasarkan analisis cuaca terbaru, hujan dengan intensitas lebat diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari.
Wilayah rawan meliputi Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Bogor, Cianjur, Sukabumi, hingga Kota Tasikmalaya.
BMKG secara spesifik mencantumkan Kota Tasikmalaya dalam daftar zona merah Siaga untuk hari ini.
Peringatan ini berlaku untuk tanggal 17 April 2026, dengan potensi cuaca serupa diperkirakan masih berlangsung hingga dua hingga tiga hari ke depan.
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh masih aktifnya Bibit Siklon Tropis 92S di barat daya Sumatera.
"Meskipun posisi bibit siklon mulai menjauhi Indonesia, dampaknya masih memicu cuaca ekstrem di wilayah Sumatera bagian selatan hingga Jawa," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dampak Banjir dan Tanggul Jebol di Kabupaten Bandung
Dampak sudah mulai terasa di Kabupaten Bandung. Hujan lebat menyebabkan jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah.
Bencana ini merendam dua kecamatan, yaitu Majalaya dan Bojongsoang. Data sementara BNPB mencatat 95 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 250 jiwa terdampak.
Hingga Rabu (15/4/2026), wilayah Majalaya sudah surut total. Namun, di Kecamatan Bojongsoang, ketinggian air masih bervariasi antara 10 hingga 150 centimeter.
"Wilayah tersebut kini masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi sesuai keputusan pemerintah daerah setempat," jelas Abdul Muhari.
Baca Juga: Jembatan Radug di Bandung Amblas Diterjang Banjir Citarum, Akses Majalaya-Ibun Lumpuh Total
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Landa Jabar: Banjir-Longsor Rusak Ratusan Rumah, BPBD Imbau Warga Siaga
Tiga Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Jabar: UI Sidang 16 Mahasiswa, ITB Lagu "Erika" Viral, Unpad Guru Besar Diduga Lecehkan Mahasiswi Exchange
Demo Mahasiswa, Aksi demonstrasi Mahasiswa di Bekasi dan Bandung
Mahasiswa di Jawa Barat, Bogor, Bacok Tante
Musrenbang 2027: Gubernur Prioritas Pendidikan, DPRD Kawal Ketat SMK IDN Bogor
3.600 Pelajar Se-Jabar Hadiri WJSLS 4.0, Dikenalkan Nilai Pancawaluya untuk Perkuat Kepemimpinan dan Peduli Lingkungan
Tiga Regulasi Turunan SPMB 2026/2027 Disosialisasikan di Tegalwaru, Jalur Prestasi Kini Pakai Akumulasi Rapor dan TKA
Program Renovasi 40.000 Rutilahu di Jabar Putarkan Ekonomi, Genteng Plered Banjir Orderan
Jembatan Radug di Bandung Amblas Diterjang Banjir Citarum, Akses Majalaya-Ibun Lumpuh Total
Di Tengah Perang dan Tekanan Global, IHSG Melemah Tipis Namun Rupiah Tembus Rp17.100