Cuaca Ekstrem Landa Jabar: Banjir-Longsor Rusak Ratusan Rumah, BPBD Imbau Warga Siaga

photo author
- Rabu, 15 April 2026 | 15:35 WIB
Cuaca Ekstrem Landa Jabar: Banjir-Longsor Rusak Ratusan Rumah, BPBD Imbau Warga Siaga (Akarsari.com)
Cuaca Ekstrem Landa Jabar: Banjir-Longsor Rusak Ratusan Rumah, BPBD Imbau Warga Siaga (Akarsari.com)

PROJABAR.COM - Intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Jawa Barat sejak beberapa hari terakhir memicu rentetan bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten dan kota pada Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Menkes Bantah Keras Isu Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Polisi Tetap Selidiki Kasus Nyaris Tertukar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diprediksi masih akan mengguyur sejumlah titik di Bumi Pasundan pada hari ini.

Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah Jawa Barat yang masuk dalam kategori siaga.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca saat ini masih sangat dinamis.

“Hujan masih mengguyur banyak wilayah di Jawa Barat. Masyarakat harus tetap waspada,” ungkapnya.

Bencana angin kencang dilaporkan merusak puluhan rumah warga di beberapa daerah. Dampak terparah terjadi di Desa Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Sebanyak 22 rumah yang dihuni oleh 72 jiwa mengalami kerusakan akibat angin kencang. Akibatnya, satu keluarga terpaksa mengungsi karena kediaman mereka tidak lagi layak huni.

Peristiwa serupa juga melanda Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, serta Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Selain angin kencang, pergerakan tanah atau tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan data BPBD Jabar, titik longsor berada di dua lokasi utama.

Dua lokasi yang terdampak longsor adalah Desa Pasanggrahan di Kecamatan Tegalwaru dan Desa Panyindangan di Kecamatan Sukatani. Petugas saat ini masih melakukan asesmen terkait dampak kerusakan dan potensi longsor susulan.

Sementara itu, banjir masih mengepung wilayah Kabupaten Bandung akibat luapan Sungai Cikapundung, Palasari, Cigede, dan Citarum.

Dua wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Jelegong di Kecamatan Rancaekek dan Desa Dayeuhkolot di Kecamatan Dayeuhkolot. Ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 90 cm.

Air telah masuk ke pemukiman warga dan akses jalan utama ditutup sementara akibat genangan yang tinggi.

BPBD Jawa Barat terus berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten dan kota untuk melakukan penanganan darurat serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan segera melakukan evakuasi mandiri jika debit air atau tanda-tanda longsor mulai terlihat di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Detik-Detik Siswi SMP di Bandung Barat Dibawa Kabur, Pelaku Ternyata Anak di Bawah Umur yang Saling Kenal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Cikal Bintang Sayyid Arrazy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mahasiswa di Jawa Barat, Bogor, Bacok Tante

Rabu, 15 April 2026 | 16:03 WIB
X