Dampak Kritis Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

photo author
- Senin, 7 Juli 2025 | 06:15 WIB
Tata krama dalam grup media sosial ada hal yang perlu kita pahami (ist)
Tata krama dalam grup media sosial ada hal yang perlu kita pahami (ist)

PROJABAR.COM - Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Dari sekadar platform berbagi momen, kini ia menjelma menjadi ekosistem kompleks yang memengaruhi cara kita berinteraksi, mengonsumsi informasi, dan bahkan membentuk persepsi diri. Namun, di balik kemudahan konektivitas dan banjir informasi, muncul pertanyaan krusial: seberapa jauh media sosial berdampak pada kesehatan mental penggunanya, terutama generasi muda?

Baca Juga: Perbedaan Waktu Puasa Tasua dan Asyura: Pemerintah dan Muhammadiyah Tetapkan Tanggal Berbeda di Bulan Muharram 1447 H

Sisi Positif Media Sosial (Sekilas):

  • Koneksi: Mempermudah hubungan dengan teman, keluarga, dan komunitas.
  • Dukungan Sosial: Bisa jadi tempat mencari dukungan dan rasa memiliki.

Sisi Negatif & Dampak Kritis pada Kesehatan Mental:

  1. Budaya Perbandingan:
  • Apa itu: Algoritma sering menampilkan kehidupan orang lain yang "sempurna" (liburan, karier, hubungan).
  • Dampak: Memicu perasaan kurang, tidak cukup baik, atau gagal saat membandingkan diri dengan orang lain.
  • Hasil: Meningkatnya kecemasan, depresi, dan rendah diri.
  1. Tekanan Citra Diri Sempurna:
  • Apa itu: Dorongan untuk menampilkan versi diri yang ideal di media sosial, seringkali tidak sesuai kenyataan.
  • Proses: Melelahkan, dari memilih filter hingga menyusun narasi.
  • Dampak: Mengikis otentisitas, memicu stres internal karena perbedaan antara diri digital dan diri asli.
  1. Ketergantungan dan FOMO (Fear of Missing Out):
  • Apa itu: Notifikasi terus-menerus menciptakan siklus adiktif.
  • FOMO: Cemas jika tidak memeriksa feed, takut ketinggalan informasi atau interaksi.
  • Dampak: Mengganggu pola tidur, produktivitas, dan interaksi sosial di dunia nyata (lebih fokus ke ponsel).

Baca Juga: Institut pencetak PNS dan Taruna IPDN Buka 1.061 Kuota di Seleksi 2025, Berikut Syarat yang Perlu Diperhatikan

Penting untuk Diingat:

  • Media sosial juga bisa positif (advokasi kesehatan mental, sumber inspirasi).
  • Kunci: Literasi digital, kesadaran diri, dan kemampuan membatasi penggunaan.
  • Tanggung Jawab: Individu, orang tua, dan pendidik perlu memahami potensi krisis identitas dan kesehatan mental jika tidak bijak.

 

Penulis: M. Cikal B. S. A. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Cikal Bintang Sayyid Arrazy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mahasiswa di Jawa Barat, Bogor, Bacok Tante

Rabu, 15 April 2026 | 16:03 WIB
X