PROJABAR.COM - Presiden Prabowo Subianto tiba di Moskow, Rusia, dalam rangka kunjungan kerja untuk memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika global yang terus berubah.
Baca Juga: Dana Sitaan Rp11,4 Triliun Masuk Kas Negara: Bantu Redam Defisit atau Hanya Angin Lalu?
Kepala Negara mendarat di Bandara Vnukovo-2 pada Senin, 13 April 2026, pukul 07.45 waktu setempat, disambut sejumlah pejabat tinggi Rusia dan perwakilan Indonesia.
Kunjungan ini menandai langkah aktif diplomasi Indonesia dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan serta mempererat hubungan yang telah berlangsung selama 75 tahun.
Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Moskow untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Rusia. Fokus utama pertemuan adalah kerja sama di sektor energi, ketahanan pangan, industri pertahanan, serta isu internasional dan regional terkini.
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Di Rusia, Presiden akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.
Kunjungan berlangsung pada Senin, 13 April 2026. Presiden tiba pada pukul 07.45 waktu setempat dan dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Putin pada hari yang sama.
Kegiatan berlangsung di Moskow, Federasi Rusia, dengan titik-titik utama Bandara Vnukovo-2 dan Istana Kremlin.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis yang telah dideklarasikan kedua negara pada Agustus 2025. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyebut deklarasi itu sebagai “hasil paling penting” yang mengangkat hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif.
Kunjungan dilakukan dengan agenda pertemuan bilateral tertutup antara kedua presiden. Sebelumnya, pada 10 Desember 2025, Prabowo juga bertemu Putin di Kremlin dan mengundang pemimpin Rusia itu untuk berkunjung ke Indonesia pada 2026 atau 2027 undangan yang diterima Putin.
Kunjungan terbaru ini juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus aktif membangun kemitraan konstruktif dengan negara-negara sahabat.
Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global. Kunjungan ini diharapkan menghasilkan tindak lanjut konkret, terutama di sektor energi dan bidang prioritas lainnya.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Aturan Pernikahan Sederhana di Jawa Barat, Gen Z Tak Perlu Pesta Mewah
Artikel Terkait
DPRD Komisi IV Bandung Barat Soroti Peran Strategis HIMA Persis dalam Membangun Kebermanfaatan Umat Berbasis Intelektualitas Keislaman
KNPI Bandung Barat Apresiasi Pelantikan HIMA Persis KBB, Dorong Peran Aktif Pemuda dalam Pembangunan Daerah
Kawasan Gedung Sate Berubah Total, Pemprov Jabar Integrasikan Plaza hingga Gasibu Jadi Ruang Publik Baru
Kick-Off Imunisasi Campak Dewasa di 14 Provinsi, Kemenkes Prioritaskan Tenaga Medis
Darah Tinggi Makin Mengintai Usia Muda, Risiko Jantung Kolaps Mengancam
Total PHK Maret 2026 Capai 8.389 Orang, Jawa Barat Jadi Wilayah Terparah
Kritis PHK Maret 2026: Data JKP Hanya Puncak Gunung Es, Daya Tahan Industri di Ujung Tanduk
Kabupaten Bogor Tembus 3 Besar Jawa Barat dan 4 Besar Regional Jawa Versi IDSD 2025 BRIN
Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Aturan Pernikahan Sederhana di Jawa Barat, Gen Z Tak Perlu Pesta Mewah
Dana Sitaan Rp11,4 Triliun Masuk Kas Negara: Bantu Redam Defisit atau Hanya Angin Lalu?