PROJABAR.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas secara virtual bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pertemuan yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini dipusatkan untuk membahas penyesuaian dan arah kebijakan strategis pemerintah, khususnya di sektor ekonomi dan energi.
Baca Juga: Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran di Jawa Barat Raup Pendapatan Rp1,3 Miliar, Naik 300 Persen
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa rapat ini merupakan forum koordinasi penting di tengah dinamika global. "Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk menentukan penyesuaian dan penentuan beberapa kebijakan ekonomi dan energi," ujar Teddy dalam keterangan resminya yang dikutip pada Sabtu malam.
Rapat virtual ini dihadiri oleh sekitar 15 menteri terkait. Beberapa di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Selain itu, turut hadir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PAN-RB Rini Widiyanti, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden dari Istana Negara ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah antar kementerian. Fokus utamanya adalah merumuskan kebijakan yang responsif terhadap situasi terkini serta memastikan stabilitas ekonomi dan ketahanan energi nasional tetap terjaga.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari arahan Presiden sebelumnya terkait efisiensi energi. Pada Kamis, 19 Maret 2026, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada sektor-sektor spesifik, termasuk rencana penerapan sistem kerja dari rumah (WFH) untuk menekan konsumsi BBM.
Terkait ketahanan energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memastikan kondisi pasokan nasional dalam keadaan aman. Pemerintah juga terus melakukan diversifikasi pasokan untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan rawan konflik, seperti Selat Hormuz.
Baca Juga: Aturan WFH Tunggu Tanda Tangan Prabowo, Ini Skema Satu Hari Seminggu untuk ASN dan Swasta
Artikel Terkait
Curhat Pedagang ke Zulhas: Harga Plastik Melonjak Tak Wajar, Pemerintah Siap Panggil Pihak Terkait
Dokter Internship Meninggal Usai Terinfeksi Campak di Cianjur, Kemenkes Tekankan Pentingnya Vaksinasi bagi Nakes
Iran Resmi Terapkan Tarif Rp33 Miliar per Kapal yang Melintasi Selat Hormuz, 2.000 Kapal Terdampar
Reklame Raksasa Tumbang di Buah Batu Bandung, Satu Truk dan Dua Mobil Ringsek
Wali Kota Bandung Ajak Pengusaha Bangkitkan Ekonomi, Fokus pada Transportasi dan Industri Kreatif
Lonjakan Wisatawan Libur Lebaran, Kota Bandung Ditargetkan Tembus 1 Juta Pengunjung
Polemik Penahanan Gus Yaqut: KPK Tegaskan Sesuai UU, Mahfud MD Soroti Alasan di Baliknya
Mengurai 5 Misteri Terbesar Anime Jujutsu Kaisen yang Masih Belum Terungkap
Aturan WFH Tunggu Tanda Tangan Prabowo, Ini Skema Satu Hari Seminggu untuk ASN dan Swasta
Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran di Jawa Barat Raup Pendapatan Rp1,3 Miliar, Naik 300 Persen