Prabowo Klaim MBG Buat Anak Lebih Rajin Sekolah, Ratusan Ribu Pekerjaan Baru Tercipta

photo author
Aya Amalna, ProJabar
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 17:30 WIB
prabowo subianto (ilyas daud sirojul huda)
prabowo subianto (ilyas daud sirojul huda)

PROJABAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi besar yang sangat berpengaruh untuk masa depan bangsa.

Sejak diluncurkan delapan bulan lalu, program ini diklaim telah menjangkau 82 juta masyarakat di seluruh Indonesia, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Baca Juga: 365 Orang di Sragen Tumbang Usai Santap Makanan Program MBG, Kisruh Paling Mengkhawatirkan Sejak Awal 2025

Prabowo menyebut dampak positif mulai terlihat nyata. Dari total penerima manfaat, sekitar 20 juta siswa sekolah kini mendapatkan paket makan bergizi setiap hari.

Hasilnya, angka kehadiran anak-anak di sekolah dilaporkan meningkat, begitu pula dengan prestasi belajar mereka.

“Walau baru delapan bulan, kita sudah lihat perubahan. Anak-anak lebih rajin sekolah, dan prestasi mereka mulai membaik,” ujar Prabowo dalam pidato kenegaraannya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (15 Agustus 2025).

Lebih dari sekadar kesehatan, MBG juga menggerakkan roda ekonomi nasional. Hingga pertengahan Agustus 2025, tercatat ada 5.800 dapur penyedia makanan atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang beroperasi di 38 provinsi.

Dari sinilah lahir 290.000 lapangan kerja baru, mulai dari tenaga dapur hingga distribusi. Program ini juga melibatkan sekitar 1 juta petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM dalam rantai pasok pangan.

Prabowo menegaskan, keberhasilan awal ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia mencontohkan Brasil yang membutuhkan 11 tahun untuk bisa memberi makan bergizi gratis kepada 40 juta warganya.

Dibandingkan itu MBG hadir membuktikan bahwa Indonesia mampu menjangkau dua kali lipat penerima manfaat hanya dalam waktu kurang dari setahun.

“Kita bangsa besar. Kalau ada kehendak, tidak ada yang mustahil. MBG ini bukti bahwa kita bisa bergerak cepat,” ungkapnya.

Program yang disebut sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 ini diyakini akan memberi dampak jangka panjang, termasuk menekan angka stunting, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta memastikan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Baca Juga: Sistem Penyaluran Berkendala dan Makanan Tak Layak Konsumsi, Ratusan Siswa SMAN Jatinangor Tolak MBG 3 Hari Berturut-turut
“Ini bukan bantuan sesaat, tapi warisan untuk generasi mendatang. PBB sendiri menyebut program seperti ini adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan sebuah bangsa,” pungkas Prabowo dalam pidatonya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Aya Amalna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X