PROJABAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul Indonesia.
Dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026 di sidang tahunan MPR/DPR RI, Jumat (15 Agustus 2025), Prabowo menyebut MBG sebagai kunci mempercepat penghapusan stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Baca Juga: 365 Orang di Sragen Tumbang Usai Santap Makanan Program MBG, Kisruh Paling Mengkhawatirkan Sejak Awal 2025
“Kita bangun generasi unggul, anak-anak kita melalui MBG. Generasi unggul tumbuh dari anak yang sehat, gizi terpenuhi, kita hilangkan stunting dalam waktu secepat-cepatnya. MBG telah ada di seluruh provinsi dan akan terus diperluas ke pelosok,” ujar Prabowo di hadapan anggota parlemen.
Data realisasi anggaran menunjukkan betapa besar investasi negara pada program ini. Hingga Juni 2025, MBG sudah menyerap Rp5 triliun atau 7,1 persen dari APBN, dengan total penerima manfaat mencapai 5,59 juta orang.
Penyaluran dilakukan bertahap sejak Januari, mulai dari Rp750,7 miliar untuk 246 ribu penerima, kemudian meningkat konsisten setiap bulan hingga mencapai Rp5,59 triliun pada Juni untuk 1,86 juta orang.
Hingga periode tersebut, tercatat sudah ada 1.863 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang beroperasi di berbagai daerah. Melalui SPPG inilah makanan bergizi didistribusikan langsung kepada penerima manfaat.
Tahun 2025, pemerintah menargetkan 17,9 juta penerima yang terdiri dari 15,5 juta anak sekolah serta 2,4 juta ibu hamil, menyusui, dan balita. Untuk mendukung target ini, anggaran sebesar Rp71 triliun telah dialokasikan.
Namun ambisi jauh lebih besar disiapkan tahun depan. Dalam RAPBN 2026, MBG mendapat bobot anggaran fantastis sebesar Rp335 triliun atau sekitar 26,65 persen dari total program prioritas senilai Rp1.257,1 triliun.
Dana raksasa ini ditujukan untuk memperluas jangkauan MBG hingga mencakup 82,2 juta penerima manfaat di seluruh negeri, termasuk siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Besarnya alokasi anggaran ini menjadikan MBG sebagai salah satu taruhan terbesar pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Program MBG Dinilai Mampu Tingkatkan Semangat dan Kehadiran Siswa
Bukan hanya soal besarnya dana yang digelontorkan, melainkan juga efektivitas pelaksanaan di lapangan yang akan menentukan apakah program ini benar-benar mampu melahirkan generasi unggul, atau justru tersandung persoalan distribusi dan pengawasan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.***
Artikel Terkait
TNI Ikut Membantu Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Pembangunan 300 Dapur Sehat, KSAD: MBG Tanggung Jawab BGN, Anggota Hanya Membantu
Presiden Prabowo Targetkan Minimal 6 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis Sampai Akhir Juli 2025 di Tengah Kritikan MBG: Uangnya Ada!
Sistem Penyaluran Berkendala dan Makanan Tak Layak Konsumsi, Ratusan Siswa SMAN Jatinangor Tolak MBG 3 Hari Berturut-turut
Program MBG Dinilai Mampu Tingkatkan Semangat dan Kehadiran Siswa
Menganalisis Kesenjangan antara UMP Jawa Barat 2025 dan Realitas Biaya Hidup
Gaji PNS Naik, Pelayanan Naik Juga? Rakyat Masih Menunggu Jawabannya
Pendidikan Jadi Senjata Memutus Rantai Kemiskinan di Cianjur
Cianjur Gaungkan Pendidikan Bermutu di G20 Interfaith Forum Dunia
Menyibak Jurang Ekonomi: Analisis Mendalam Perbedaan Pengeluaran Per Kapita Perkotaan dan Pedesaan di Jawa Barat
Tips Praktis Digitalisasi Pembayaran UMKM dengan QRIS
Panduan Lengkap Memulai Jualan Online untuk UMKM Pemula di Jawa Barat
Taktik Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi di Tengah Inflasi
Strategi Jitu Pemasaran Media Sosial untuk UMKM Jawa Barat
365 Orang di Sragen Tumbang Usai Santap Makanan Program MBG, Kisruh Paling Mengkhawatirkan Sejak Awal 2025