ekonomi

Plastik, Ekonomi, Harga Pokok, Zulkifli Hasan, UMKM, Konflik Timur Tengah Rubrik: Ekonomi

Senin, 30 Maret 2026 | 19:15 WIB
Dua tokoh nasional Aburizal Bakrie dan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) kunjungi Lampung Selatan, Minggu (29/3/2026). (Foto Istimewa/Kilau Lampung)

PROJABAR.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan lonjakan harga plastik hingga Rp6.000 per pak di sejumlah pasar. Kenaikan signifikan ini dikeluhkan para pedagang saat ia melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Baca Juga: Pererat Relasi di Tengah Geopolitik Global, Prabowo dan Kaisar Naruhito Jalin Obrolan Hangat

Menurut Zulhas, kenaikan harga komoditas ini terjadi hampir di seluruh daerah dan dinilai sangat tinggi. Lonjakan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga bahan baku plastik global akibat perang yang terjadi di Timur Tengah.

"Saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa. Karena plastik itu kan dari BBM," ujar Zulhas, dikutip dari laporan detikFinance pada Sabtu, 28 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan membahas masalah ini secara khusus dan memanggil para pihak terkait untuk mencari solusi.

Harga plastik berbagai ukuran, yang sebelumnya dibanderol Rp17.000 per pak, kini melonjak menjadi Rp23.000 per pak. Akibatnya, pedagang di tingkat pasar harus mengeluarkan modal lebih besar yang pada akhirnya menggerus keuntungan mereka.

Lonjakan harga terjadi pada berbagai jenis kemasan plastik. Seorang pedagang di Pasar Minggu bernama Gemi (58) mengeluhkan kenaikan yang terjadi sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri. "Rp 6.000 naiknya. Sebelum lebaran dua hari atau tiga hari. Nggak kira-kira naiknya, nggak Rp 1.000-2.000, ini Rp 5.000-6.000," keluhnya, seperti dilansir detikFinance.

Dampaknya tidak hanya dirasakan di Jakarta. Di Surabaya, distributor barang plastik mengaku harga kulakan naik hingga 40 persen. Sementara itu, di Bekasi, harga plastik kresek dilaporkan naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak, dan untuk jenis thinwall naik dari Rp23.000 menjadi Rp28.000 per pak.

Lonjakan harga ini menekan hampir seluruh lapisan usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Seorang penjual gorengan di Palmerah, Jakarta Barat, mengaku harga plastik merek Dayak yang biasa ia gunakan naik dari Rp13.000 menjadi Rp17.000 per bungkus. Para pedagang warteg juga merasakan tekanan serupa akibat kenaikan harga plastik dan komoditas pokok lainnya.

Fenomena ini terjadi secara nasional. Zulhas mengonfirmasi bahwa keluhan tidak hanya datang dari Pasar Minggu, tetapi hampir seluruh pedagang di berbagai daerah mengalami hal serupa. Mulai dari pasar tradisional di Jakarta, Bekasi, hingga distributor di Surabaya, semua merasakan dampak kenaikan harga plastik.

Para pedagang melaporkan kenaikan harga mulai dirasakan sejak pertengahan bulan Ramadan dan semakin signifikan menjelang serta setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Tekanan diperkirakan akan terus berlanjut dan puncaknya diprediksi terjadi setelah pasokan stok lama habis.

Penyebab utamanya adalah terganggunya rantai pasok global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyebut bahwa sekitar 30 persen minyak mentah global melewati jalur strategis Selat Hormuz. Penutupan jalur ini oleh Iran menghambat distribusi bahan baku utama plastik, yaitu nafta dan bijih plastik (polimer).

Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, menjelaskan bahwa sekitar 70 persen pasokan bahan baku industri plastik Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah, sehingga gangguan ini langsung berdampak pada produksi dalam negeri.

Dampak langsungnya adalah peningkatan biaya operasional yang menggerus keuntungan pedagang. Banyak pelaku UMKM yang memilih untuk tidak menaikkan harga jual produk mereka karena takut kehilangan pelanggan, sehingga mereka terpaksa menanggung sendiri kenaikan biaya tersebut.

Menanggapi situasi ini, Menteri Koordinator Zulkifli Hasan memastikan pemerintah akan segera membahas isu ini. "Kita akan undang beberapa pihak yang terkait mengenai biji plastik ini," tegasnya. Meski demikian, ia memastikan bahwa ketahanan pangan nasional tetap aman dan tidak terpengaruh oleh konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Sambut Prabowo di Istana Kekaisaran, Kaisar Naruhito Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan Indonesia-Jepang

Tags

Terkini

10 Tantangan Ekonomi Indonesia saat ini tahun 2026

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43 WIB