Mengurai Potret Mahasiswa Jawa Barat 2025: Jumlah Membeludak, tapi Sarjana Masih Rentan Menganggur

photo author
- Sabtu, 18 April 2026 | 20:29 WIB
Mahasiswa Jawa Barat bersatu dalam Temda VI BEM Nusantara di Universitas Islam KH. Ruhiat  Cipasung Tasikmalaya, pada Selasa (28/10/2025). (D. Farhan Kamil)
Mahasiswa Jawa Barat bersatu dalam Temda VI BEM Nusantara di Universitas Islam KH. Ruhiat  Cipasung Tasikmalaya, pada Selasa (28/10/2025). (D. Farhan Kamil)

“Kurangnya kepercayaan diri, keyakinan, harga diri, dan identitas diri,” sebutnya saat menyampaikan aspirasi kepada bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ilham Habibie.

Ilham Habibie sendiri menyoroti persoalan struktural yang lebih mendasar, yaitu minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan tetap bagi Gen Z. Menurutnya, hanya sekitar 25 hingga 30 persen Gen Z yang berhasil mendapatkan pekerjaan tetap.

“Hal ini berkaitan dengan deindustrialisasi yang sedang terjadi. Kita perlu membantu Gen Z agar mendapatkan pekerjaan yang layak dan mendorong kebangkitan industri di Jawa Barat, guna memperkuat lapangan kerja,” tegas Ilham dalam kesempatan yang sama.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam sambutan MOKA-KU 2025 menegaskan bahwa mahasiswa masa kini dituntut untuk tidak sekadar cerdas secara intelektual.

“Mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam karakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli pada masyarakat dan lingkungan,” ujarnya saat menyambut 12.519 mahasiswa baru di Kampus Bumi Siliwangi, Bandung, pada 25 Agustus 2025.

Sementara itu, di tataran kebijakan, data BPS Jawa Barat menunjukkan bahwa mayoritas penduduk bekerja di provinsi ini masih didominasi lulusan SMP ke bawah (55,87 persen). Pekerja dengan gelar sarjana justru hanya mencapai 8,36 persen dari total pekerja mengalami penurunan dari 9,15 persen pada Februari 2024.

Pengamat pendidikan UPI, Cecep Darmawan, menilai kondisi ini sebagai alarm serius bagi pemerintah daerah. Menurutnya, rendahnya rata-rata lama sekolah menjadi akar persoalan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.

“Ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah khususnya, Pemprov Jawa Barat yang harus fokus membangun sekolah menengah pertama dan atas yang unggul serta merata di seluruh daerah,” ujarnya, seperti dikutip Pikiran Rakyat Koran pada 13 Mei 2025.

Data-data di atas menunjukkan bahwa potret mahasiswa Jawa Barat tahun 2025 mencerminkan paradoks: populasi mahasiswa yang besar dan akses pendidikan tinggi yang semakin luas, namun masih dibayangi oleh tingginya angka pengangguran sarjana dan ketimpangan kualitas pendidikan dasar-menengah.

Ke depan, penguatan program vokasi yang link and match dengan industri serta perluasan akses pendidikan tinggi di luar kawasan perkotaan menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta di Jawa Barat.
Baca Juga: Bonus Demografi di Persimpangan: 26,86% Penduduk Jabar Gen Z, Tapi 40% Lebih Masih Menganggur

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Cikal Bintang Sayyid Arrazy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X