PROJABAR.COM - Jawa Barat terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru tahun 2025, provinsi ini menampung sebanyak 915.921 mahasiswa, menjadikannya peringkat ketiga secara nasional setelah Banten (1,88 juta) dan Jawa Timur (1,02 juta).
Baca Juga: Gen Z Jabar di Persimpangan: Antara Dominasi Populasi dan Tekanan Finansial, KDM Imbau Tunda Pesta Demi Miliki Rumah
Konsentrasi mahasiswa di Jawa Barat secara historis memang sangat kuat. Hingga tahun 2024, provinsi ini tercatat memiliki 367 perguruan tinggi terbanyak di Indonesia yang terdiri dari 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 355 Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Jika dirinci lebih dalam, mahasiswa di Jawa Barat paling banyak terkonsentrasi di empat kota utama. Kota Bandung memuncaki daftar dengan 298.307 mahasiswa, disusul Kota Depok (67.550), Kota Bogor (37.743), dan Kota Cimahi (35.677).
Dari segi jumlah, komposisi mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta cukup timpang. Data BPS Jawa Barat mencatat, pada tahun ajaran 2024, mahasiswa di PTN berjumlah 221.248 orang, sementara mahasiswa di PTS mencapai 635.713 orang.
Menariknya, tren mahasiswa swasta justru menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 645.423 orang. Hal ini menjadi sinyal adanya pergeseran preferensi atau kendala ekonomi di kalangan calon mahasiswa.
Dari sisi jenjang studi, data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) 2025 menunjukkan bahwa mahasiswa S1 masih mendominasi dengan total nasional 8,28 juta orang.
Sementara itu, pilihan bidang ilmu mahasiswa Indonesia, termasuk di Jawa Barat, masih condong ke rumpun sosial-humaniora. Bidang pendidikan mencatat jumlah mahasiswa aktif terbanyak (2,24 juta), diikuti bidang sosial (1,97 juta) dan ekonomi (1,95 juta).
Di sisi lain, rumpun ilmu sains dan teknologi (STEM) seperti teknik (1,55 juta), kesehatan (852 ribu), serta MIPA (326 ribu) masih berada di bawah tiga besar. Padahal, proyeksi kebutuhan tenaga kerja ke depan sangat mengandalkan sektor berbasis teknologi dan rekayasa.
Menyoal akses pendidikan tinggi, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi penopang penting bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Pada pelaksanaan SNBP 2025, sebanyak 173.028 siswa berhasil mendapatkan KIP Kuliah secara nasional.
Di Jawa Barat, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) termasuk dalam jajaran PTN penerima mahasiswa KIP Kuliah terbanyak. UPI sendiri menerima 1.317 mahasiswa KIP Kuliah pada SNBP 2025, sedangkan IPB menerima 1.237 mahasiswa.
Namun, di balik besarnya populasi mahasiswa, Jawa Barat masih bergulat dengan tantangan besar terkait serapan lulusan perguruan tinggi di dunia kerja. Data BPS Jawa Barat per Februari 2025 mengungkap fakta ironis: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kalangan sarjana mencapai 9,47 persen.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan lulusan Diploma (5,94 persen) dan bahkan sedikit melampaui lulusan SMA (9,28 persen). Meski demikian, penyumbang TPT tertinggi tetaplah lulusan SMK dengan angka 12,42 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Barat, Isti Larasati Widiastuty, menduga tingginya pengangguran lulusan SMK dan sarjana berkaitan dengan persoalan link and match serta budaya memilih pekerjaan.
“Bisa karena link and match yang kurang pas. Tapi perlu didalami juga dengan kajian yang lebih dalam, berapa lama lulusan bisa dapat kerja setelah lulus. Karena biasanya di kita juga ada budaya pilih-pilih pekerjaan, menunggu yang lebih pas,” ujar Isti, sebagaimana dikutip dari Pikiran Rakyat pada 11 Mei 2025.
Tantangan ketenagakerjaan ini semakin terasa di kalangan mahasiswa generasi Z yang kini mendominasi kampus. Dalam sebuah dialog dengan aktivis mahasiswa di Bandung pada 8 November 2024, Ees Satria, mahasiswa Universitas Padjadjaran, mengangkat empat isu utama yang dihadapi Gen Z.
Baca Juga: Potret Gen Z Jawa Barat 2026: Digital Native yang Melek Investasi, Kreatif, namun Rentan Gangguan Mental
Artikel Terkait
3.600 Pelajar Se-Jabar Hadiri WJSLS 4.0, Dikenalkan Nilai Pancawaluya untuk Perkuat Kepemimpinan dan Peduli Lingkungan
Tiga Regulasi Turunan SPMB 2026/2027 Disosialisasikan di Tegalwaru, Jalur Prestasi Kini Pakai Akumulasi Rapor dan TKA
Program Renovasi 40.000 Rutilahu di Jabar Putarkan Ekonomi, Genteng Plered Banjir Orderan
Jembatan Radug di Bandung Amblas Diterjang Banjir Citarum, Akses Majalaya-Ibun Lumpuh Total
Di Tengah Perang dan Tekanan Global, IHSG Melemah Tipis Namun Rupiah Tembus Rp17.100
Waspada Hujan Lebat, Bandang dan Longsor Ancam Sebagian Besar Jawa Barat Hari Ini
Geng Motor Pelajar di Cimahi Dibekuk, 18 Remaja Diamankan Usai Pengeroyokan Brutal
Bonus Demografi di Persimpangan: 26,86% Penduduk Jabar Gen Z, Tapi 40% Lebih Masih Menganggur
Potret Gen Z Jawa Barat 2026: Digital Native yang Melek Investasi, Kreatif, namun Rentan Gangguan Mental
Gen Z Jabar di Persimpangan: Antara Dominasi Populasi dan Tekanan Finansial, KDM Imbau Tunda Pesta Demi Miliki Rumah