PROJABAR.COM - Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, terus diperkuat dengan pengawasan ketat dari berbagai pihak. Monitoring menjadi kunci utama dalam perbaikan pelaksanaan program di lapangan.
Baca Juga: Revitalisasi Plaza Gedung Sate Mulai Digarap, Anggaran Sentuh Rp15 Miliar
Rapat koordinasi yang digelar Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cikalongwetan pada 5 November 2025 di Pendopo Kecamatan Cikalongwetan menjadi momentum penguatan sinergi ini.
Kegiatan itu dihadiri oleh Camat Cikalongwetan H. Dadang A. Sapardan, Danramil Kapten Inf. Yudi Komara, Kapolsek AKP Deden Indrajaya, serta para kepala desa dan perwakilan yayasan penyelenggara dapur MBG.
Camat Dadang menegaskan pentingnya komunikasi lintas sektor. “Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lakukan komunikasi dan koordinasi di antara para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program MBG,” ujarnya.
Perwakilan Yayasan Rona Sunyi Jagaditta yang juga Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG Cikalongwetan melaporkan bahwa saat ini terdapat enam dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut.
Selain itu, tiga dapur tambahan dari luar wilayah turut menyalurkan makanan bergizi. Total penerima manfaat dari delapan dapur itu mencapai lebih dari 1.842 anak.
Namun, dari total sasaran sekitar 27.000 siswa di Kecamatan Cikalongwetan, masih ada sekitar 9.000 anak yang belum tersentuh program.
“Masih ada sekitar 9.000 anak yang belum tersentuh program MBG, namun akan segera diupayakan pemenuhannya melalui tambahan distribusi dan dukungan dari program B3,” ungkap perwakilan yayasan tersebut.
Monitoring ketat juga dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Cikalongwetan secara berkala. Pada 20 Januari 2026, Bripka M. Ersyad memantau pendistribusian 2.075 porsi MBG dari Dapur MBG Dasa Arta Mandiri Desa Ciptagumati.
Makanan tersebut dibagikan ke 16 sekolah, mulai dari SDN, PAUD, hingga SMP PGRI. Menu yang disajikan terdiri dari nasi, ayam teriaki, tempe mendoan, sayur buncis dan jagung, serta susu.
Kapolsek AKP Deden Indrajaya menyatakan kegiatan itu berjalan aman, lancar, dan kondusif. “Kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat turut serta memonitoring dan membantu dalam penyaluran makan bergizi gratis ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Kekhawatiran terhadap keamanan pangan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi penjamah makanan MBG pada 31 Oktober 2025 di Aula Desa Mandalasari.
Pelatihan diikuti 100 peserta, terdiri dari pengelola dapur MBG, ahli gizi, petugas lapangan, serta relawan. Materi mencakup sanitasi dapur, pengendalian suhu makanan, hingga penanganan cepat jika terjadi dugaan keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan KBB, Mawadah, menekankan bahwa pelatihan itu bagian dari penguatan sistem keamanan pangan daerah. “Kami ingin memastikan setiap penjamah makanan memahami standar pengolahan yang sehat, aman, dan layak konsumsi,” ujarnya.
Camat Dadang A. Sapardan dalam rapat koordinasi sebelumnya pada 26 September 2025 memastikan pihaknya tak ingin kecolongan pasca kasus keracunan massal di wilayah lain.