news

Banjir Bandung Raya Meluas, 21.228 Jiwa Terdampak dan Satu Warga Masih Hilang

Selasa, 14 April 2026 | 14:38 WIB
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan hasil evaluasi awal pelaksanaan work from home (Foto: Humas Bandung)

PROJABAR.COM - Bencana banjir yang melanda wilayah Bandung Raya sejak akhir pekan lalu terus meluas. Hingga Selasa (14/4/2026), BPBD Kabupaten Bandung mencatat 21.228 jiwa terdampak akibat luapan tiga sungai besar di daerah tersebut.
Baca Juga: Serapan Angrendah hingga Polemik Belanja Alat Makan, Badan Gizi Nasional Disorot

Tiga sungai yang meluap dan menjadi penyebab utama bencana ini adalah Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Jumat (10/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026) memicu debit air ketiga sungai tersebut meningkat drastis.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung, Beny Sonjaya, mengungkapkan tiga kecamatan terdampak paling parah. “Area yang parah terdampak banjir adalah Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah,” katanya, Senin (13/4/2026).

Ketinggian air di tiga kecamatan tersebut bervariasi. “Ketinggian air rata-rata 30 sentimeter sampai dengan 130 sentimeter (1,3 meter),” ujar Beny.

Kecamatan Dayeuhkolot menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Di Desa Dayeuhkolot saja, tercatat 4.800 kepala keluarga atau 14.400 jiwa terdampak.

Selain banjir, angin kencang juga merusak ratusan rumah di sejumlah kecamatan. Kerusakan terjadi di Kecamatan Arjasari, Katapang, dan Cangkuang.

Sebanyak 99 unit rumah rusak di Desa Mangunjaya, 50 unit di Desa Batukarut, dan 20 unit di Desa Mekarjaya.“Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang,” jelas Beny.

Di sisi lain, tim SAR gabungan masih berupaya mencari satu warga yang dilaporkan hilang terseret arus di Jembatan Cikarees.Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyiapkan anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan rumah terdampak.

“Kita dapat data itu di 63 rumah, langsung kita perbaiki. Kemudian rumah yang mengalami kerusakan menengah ke atas diberikan bantuan kebencanaan dengan anggaran yang kita siapkan sebesar Rp3 miliar,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menilai bencana ini bukan sekadar peristiwa alam. “Bencana terjadi bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak langsung dari rusaknya ekosistem Sungai,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jabar Wahyudin, Senin (13/4/2026).

Walhi mendesak Pemkab Bandung melakukan audit tata ruang dan menghentikan aktivitas yang merusak fungsi lindung di hulu DAS Citarum.Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga diminta mengambil langkah konkret dalam pemulihan ekosistem DAS Citarum secara menyeluruh.
Baca Juga: Menilik Belanja Badan Gizi Nasional 2025-2026: Dari Rp71 Triliun hingga Rencana Rp268 Triliun di Tengah Tantangan Serapan

(Catatan verifikasi: Data jumlah korban dan ketinggian air diverifikasi dari pernyataan resmi BPBD Bandung. Klaim Walhi tentang kegagalan tata kelola ruang merupakan pendapat lembaga yang dikutip berdasarkan rilis pers mereka pada 13-14 April 2026.)

Tags

Terkini

Mahasiswa di Jawa Barat, Bogor, Bacok Tante

Rabu, 15 April 2026 | 16:03 WIB