Dedi Mulyadi Soroti Ribuan Siswa Jadi Korban Keracunan MBG di Jawa Barat: Pekan Depan Saya Panggil Kepala BGN

photo author
Taufik Nurdin, ProJabar
- Kamis, 25 September 2025 | 16:42 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ditemui para awak media, di Sabuga, Kota Bandung, Selasa (16/9).  (diwan sapta/radar bandung)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ditemui para awak media, di Sabuga, Kota Bandung, Selasa (16/9). (diwan sapta/radar bandung)

PROJABAR.COM - Kabar ribuan siswa di Jawa Barat yang menjadi korban keracunan masal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) terdengar sampai ke pemerintah provinsi Jabar.

Dedi Mulyadi tanggapi kasus tersebut dan akan rencanakan panggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jabar untuk dilakukan evaluasi serta menindak kasus keracunan masal di beberapa wilayah di Jabar.

"Saya pekan depan, ya kita gini, mau mengundang Kepala MBG yang membidangi wilayah Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi," kata Dedi di Bandung, Selasa, (23/09/2025).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Kurangi Subsidi Listrik Melalui Energi Terbarukan

Rencananya evaluasi tersebut akan dilakukan secara paripurna dan terbukasebagai langkah tegas pemerintah menindak lanjuti kasus keracunan masal MBG agar tidak terulang lagi.

Dedi menilai, ada gap waktu yang cukup panjang dengan proses memasak hidangan dan pendistribusian kepada para siswa seperti di beberapa daerah di Jawa Barat misalnya, Garut dan Bandung Barat.

"Karena apa? Karena masaknya malam, dan didistribusikan dan dimakannya oleh siswa itu sangat siang hari. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar mereka yang memiliki tugas atau dapat order untuk melakukan upaya menyiapkan makanan MBG bagi siswa harus bisa memperhitungkan antara jam dimasak dan jam dimakan, ini penjelasan Kepala Dinas Kesehatan," ujarnya.

Baca Juga: Membongkar Mitos Minat Baca 0,001 Persen: Inilah Paradoks Literasi Indonesia yang Sebenarnya

Sebelumnya di ketahui, mengutip data di Posko Cipongkor dan Posko Cihampelas sejak Senin (22/9) sampai Kamis (25/9), ada 1.315 orang yang mengalami keracunan. Kebanyakan merupakan pelajar SD hingga SMA/SMK

Kemudian, Belum selesai kasus penanganan keracunan tersebut, pada Rabu (24/9), kasus keracunan kembali terjadi. Dari data yang dihimpun, menu MBG yang disantap itu berbeda dari kejadian keracunan yang sebelumnya.

Hingga Kamis (25/9), pukul 12.00 WIB, tercatat ada 730 orang yang mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG.

Baca Juga: Lowongan Kurir JNT di Bekasi Buka 20 Posisi, Gaji Rp 3-5 Juta per Bulan

Ketika ditanya kemungkinan tindakan pidana, Dedi hanya menjawab akan segera turut mengundang pihak-pihak penyelenggara yang makanannya menimbulkan keracunan bagi siswa.

"Nanti saya tanya juga pada penyelenggara apakah akan diteruskan atau harus dievaluasi," tambahnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Taufik Nurdin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mahasiswa di Jawa Barat, Bogor, Bacok Tante

Rabu, 15 April 2026 | 16:03 WIB
X