PROJABAR.COM - Kabar ribuan siswa di Jawa Barat yang menjadi korban keracunan masal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) terdengar sampai ke pemerintah provinsi Jabar.
Dedi Mulyadi tanggapi kasus tersebut dan akan rencanakan panggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jabar untuk dilakukan evaluasi serta menindak kasus keracunan masal di beberapa wilayah di Jabar.
"Saya pekan depan, ya kita gini, mau mengundang Kepala MBG yang membidangi wilayah Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi," kata Dedi di Bandung, Selasa, (23/09/2025).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Kurangi Subsidi Listrik Melalui Energi Terbarukan
Rencananya evaluasi tersebut akan dilakukan secara paripurna dan terbukasebagai langkah tegas pemerintah menindak lanjuti kasus keracunan masal MBG agar tidak terulang lagi.
Dedi menilai, ada gap waktu yang cukup panjang dengan proses memasak hidangan dan pendistribusian kepada para siswa seperti di beberapa daerah di Jawa Barat misalnya, Garut dan Bandung Barat.
"Karena apa? Karena masaknya malam, dan didistribusikan dan dimakannya oleh siswa itu sangat siang hari. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar mereka yang memiliki tugas atau dapat order untuk melakukan upaya menyiapkan makanan MBG bagi siswa harus bisa memperhitungkan antara jam dimasak dan jam dimakan, ini penjelasan Kepala Dinas Kesehatan," ujarnya.
Baca Juga: Membongkar Mitos Minat Baca 0,001 Persen: Inilah Paradoks Literasi Indonesia yang Sebenarnya
Sebelumnya di ketahui, mengutip data di Posko Cipongkor dan Posko Cihampelas sejak Senin (22/9) sampai Kamis (25/9), ada 1.315 orang yang mengalami keracunan. Kebanyakan merupakan pelajar SD hingga SMA/SMK
Kemudian, Belum selesai kasus penanganan keracunan tersebut, pada Rabu (24/9), kasus keracunan kembali terjadi. Dari data yang dihimpun, menu MBG yang disantap itu berbeda dari kejadian keracunan yang sebelumnya.
Hingga Kamis (25/9), pukul 12.00 WIB, tercatat ada 730 orang yang mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG.
Baca Juga: Lowongan Kurir JNT di Bekasi Buka 20 Posisi, Gaji Rp 3-5 Juta per Bulan
Ketika ditanya kemungkinan tindakan pidana, Dedi hanya menjawab akan segera turut mengundang pihak-pihak penyelenggara yang makanannya menimbulkan keracunan bagi siswa.
"Nanti saya tanya juga pada penyelenggara apakah akan diteruskan atau harus dievaluasi," tambahnya.***
Artikel Terkait
Bus Karunia Bakti Terbakar di Cianjur, Diduga Akibat Pecah Ban
Imbas Program MBG, Harga Daging Ayam di Jawa Barat Meroket Tembus Rp45.000 per Kg
Kasus Keracunan MBG di Jawa Barat: Pakar IPB Ingatkan Batas Aman 4 Jam Penyajian Makanan
Kebakaran Kios Oleh-oleh Di Purwakarta Hanguskan 20 Bangunan
Sisi Gelap Pertambangan Sukabumi: Pekerja Tewas Tertimpa Batu, Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga
BGN Bantah Isu 5.000 Dapur Makan Bergizi Gratis Fiktif, Sebut Itu Titik yang Kena Roll Back
Leony Kritisi Anggaran Fantastis Pemkot Tangsel di Laporan Keuangan Daerah 2024
Protes Warganet Soal Sirene dan Strobo Viral, TNI, Polri, Hingga Istana Beri Tanggapan
Presiden Prabowo Tiba di AS untuk Pidato di Sidang Umum PBB, Dijadwalkan Jadi Pembicara Ketiga
Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Kurangi Subsidi Listrik Melalui Energi Terbarukan