PROJABAR.COM - Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat kembali mencuat setelah ratusan pelajar di Garut mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan yang dibagikan pada Kamis (19/9/2025). Kejadian ini menambah daftar insiden serupa yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Baca Juga: Imbas Program MBG, Harga Daging Ayam di Jawa Barat Meroket Tembus Rp45.000 per Kg
Menurut laporan DetikJabar, lebih dari 200 siswa di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, terpaksa mendapatkan perawatan medis usai mengonsumsi menu MBG berupa nasi, ayam goreng, dan sayuran. Hingga Jumat (20/9/2025), Dinas Kesehatan Garut masih melakukan investigasi terkait sumber kontaminasi makanan.
Pakar keamanan pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Ahmad Sulaeman, menegaskan pentingnya standar waktu penyajian makanan dalam program MBG. “Makanan matang sebaiknya hanya disajikan maksimal empat jam setelah dimasak. Jika melewati waktu tersebut, risiko kontaminasi mikroba meningkat tajam,” ujarnya, dikutip dari DetikJabar (19/9/2025). Ia juga menekankan pentingnya penggunaan air bersih, peralatan higienis, serta distribusi makanan yang tepat waktu.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut menyoroti insiden keracunan berulang dalam program MBG. Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mendesak evaluasi menyeluruh. “Pemerintah perlu melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG, khususnya di Jawa Barat, karena kasus keracunan anak terus berulang,” kata Jasra, dikutip dari Sukabumi Update (20/9/2025).
Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun tujuan program MBG mulia untuk meningkatkan gizi anak sekolah, aspek higienitas dan distribusi harus menjadi prioritas utama. Jawa Barat, sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penerima manfaat MBG terbesar, dituntut untuk memperkuat sistem pengawasan, mulai dari dapur penyedia hingga ke tangan siswa.
Pemerintah daerah bersama sekolah dan penyedia jasa katering didorong untuk menerapkan prinsip keamanan pangan yang ketat. Dengan demikian, insiden serupa dapat diminimalisir, dan tujuan utama program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi anak tidak lagi tercoreng oleh kasus keracunan massal.
Baca Juga: 194 Pelajar di Garut Keracunan Massal Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
Sumber:
-
DetikJabar. "Pakar Ingatkan MBG Disajikan Maksimal 4 Jam Usai Dimasak" (19 September 2025). https://www.detik.com/jabar/berita/d-8120489/pakar-ingatkan-mbg-disajikan-maksimal-4-jam-usai-dimasak
-
DetikJabar. "11 Fakta Ratusan Pelajar di Garut Keracunan Usai Santap Menu MBG" (19 September 2025). https://www.detik.com/jabar/berita/d-8120678/11-fakta-ratusan-pelajar-di-garut-keracunan-usai-santap-menu-mbg
-
Sukabumi Update. "KPAI Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis Setelah Kasus Keracunan Anak Berulang" (20 September 2025). https://www.sukabumiupdate.com/nasional/163537/kpai-desak-evaluasi-total-program-makan-bergizi-gratis-setelah-kasus-keracunan-anak-berulang
(mcbsa)
Artikel Terkait
Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Pekan Ini (15-20 September 2025), Cek Lokasi dan Syaratnya!
Siswi MTs di Cipayung Diduga Akhiri Hidup karena Tekanan Bullying
Ribuan(1.207) Penerima Bansos di Bandung Dicoret, Akurasi Data Jadi Kunci Kesejahteraan Jawa Barat
Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Barat 18-24 September 2025, BMKG Ungkap Tiga Fenomena Pemicunya
Prakiraan Cuaca Umum Jawa Barat 19 September 2025
GIIAS Bandung 2025 Siap Dongkrak Pasar Otomotif Jawa Barat
Mengungkap Dugaan Pembobolan RDN di BCA: Panca Global Sekuritas Rugi Rp70 Miliar, OJK Turun Tangan
Rugikan Negara Sampai 3 Miliyar: Kepala Balai Besar Tekstil (BBT) Bandung jadi Tersangka Kasus Korupsi Alat Uji Masker di Kemenperin
Bus Karunia Bakti Terbakar di Cianjur, Diduga Akibat Pecah Ban
Imbas Program MBG, Harga Daging Ayam di Jawa Barat Meroket Tembus Rp45.000 per Kg