BANDUNG BARAT, PROJABAR.COM – Sebanyak 301 siswa dari berbagai tingkatan pendidikan di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, menjadi korban keracunan massal pada Senin (22/9/2025). Insiden ini terjadi setelah mereka mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
Baca Juga: Darurat Keracunan MBG: 5.626 Anak Korban, Program Rp335 T Dikhianati Masalah Distribusi dan Menu
Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 23.56 WIB, korban terus berdatangan ke posko penanganan yang berpusat di Kantor Kecamatan Cipongkor. Kapolsek Sindangkerta, Iptu Sholehuddin, mengonfirmasi bahwa jumlah korban berpotensi bertambah. Para korban yang berasal dari siswa SD, MTs, SMP, dan SMK tersebut kemudian dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Lia N Sukandar, menjelaskan bahwa siswa korban berasal dari beberapa sekolah, termasuk SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), MTs Darul Fiqri, dan SD Negeri Sirnagalih. Dinkes KBB telah mengerahkan seluruh fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, untuk menangani korban.
Baca Juga: Keracunan MBG di Cipongkor Bandung Barat, Melanda 63 Siswa, Senin 22 September 2025.
“Saat ini Dinkes sudah menyulap fasilitas kesehatan pemerintah juga swasta untuk menampung korban-korban yang diduga keracunan makanan,” ujar Lia. Sebanyak 116 siswa dirawat di Puskesmas Cipongkor, 13 orang di Bidan Desa Sirnagalih, 27 orang di RSUD Cililin, 127 orang di Posko Kecamatan Cipongkor, dan 18 orang lainnya di RSIA Anugrah.
Dalam penanganan medis, kebutuhan oksigen menjadi prioritas utama karena banyak siswa yang mengalami gejala sesak napas. Lia menambahkan bahwa pihaknya meng-handle kebutuhan oksigen dari RSUD Cililin dan berkoordinasi dengan RSUD Cikalong Wetan untuk tambahan pasokan.
Menyikapi kasus ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Keputusan penetapan status KLB akan diumumkan setelah seluruh data terkumpul dan hasil uji laboratorium terhadap sampel dari korban keluar. Langkah ini penting untuk mempercepat penanganan dan pencegahan meluasnya kejadian.
Baca Juga: Update Keracunan MBG Bandung Barat: Korban Capai 75 Orang, Status KLB Resmi Ditetapkan
Artikel Terkait
Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari untuk Kesehatan Tubuh
Trauma Kehilangan Masa Kecil dan Dampaknya pada Rasa Kepemilikan Saat Dewasa
Kasus DBD di Garut Tembus 1.776, Dinkes Konfirmasi 8 Orang Meninggal Dunia
194 Pelajar di Garut Keracunan Massal Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
Rokok dan Kedzaliman: Perspektif Etika Agama terhadap Perokok Aktif dan Pasif
Bahaya Perokok Pasif: Dampak Asap Rokok bagi Kesehatan dan Ekonomi
Wabah Virus Chikunguya Menjangkit Puluhan Warga Cianjur, September 2025
Darurat Keracunan MBG: 5.626 Anak Korban, Program Rp335 T Dikhianati Masalah Distribusi dan Menu
Keracunan MBG di Cipongkor Bandung Barat, Melanda 63 Siswa, Senin 22 September 2025.
Update Keracunan MBG Bandung Barat: Korban Capai 75 Orang, Status KLB Resmi Ditetapkan