GARUT, PROJABAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mengonfirmasi lonjakan signifikan kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang periode Januari hingga pertengahan September 2025. Total tercatat sebanyak 1.776 kasus dengan angka kematian mencapai delapan orang.
Sekretaris Dinas Kesehatan Garut, dr. Marlinda Siti, menyatakan bahwa wabah ini telah menyebar merata di seluruh wilayah. "Total kasus DBD di Garut dari Januari hingga September ini mencapai 1.776, dengan angka kematian sebanyak 8 orang. Kasus ini tersebar di 42 kecamatan dan tidak memandang usia," ujarnya, Kamis, 18 September 2025.
Baca Juga: Korupsi Proyek Pembangunan SMK di Ciamis, Kejari Tahan Dua ASN Disdik Jabar
Tingginya angka kasus ini mendorong Dinkes Garut untuk mengintensifkan upaya pencegahan dan penanganan di seluruh lini masyarakat. Langkah utama yang digencarkan adalah kampanye Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang, plus tindakan pencegahan lainnya).
Menurut Marlinda, selain upaya preventif, penanganan pasien (kuratif) juga terus dioptimalkan untuk menekan angka fatalitas. "Upaya kuratif, penanganan kasus, kita terus optimalkan agar tidak terjadi kematian, kemudian menyediakan peralatan yang memadai," jelasnya.
Pihak Dinkes menekankan bahwa partisipasi aktif dari masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyebaran DBD. Gerakan PSN diharapkan dapat menekan populasi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penularan virus dengue, sehingga lonjakan kasus dapat segera dikendalikan.
"Kita terus mengampanyekan gerakan PSN 3M Plus, mudah-mudahan dengan cara itu jentik-jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa," tambah Marlinda.
Baca Juga: PHK di Jawa Barat Tertinggi se-Indonesia, Penyebab dan Solusi
(mcbsa)
Artikel Terkait
Cara Mencuci Galon PC agar Bebas Kuman dan Tetap Aman
Invasi Senyap di Bawah Kulit: Apa yang Terjadi saat Cacing Tambang Masuk ke Tubuh Kita?
Pola Pikir Positif vs Negatif, Apakah Memengaruhi Umur Panjang?
Mengapa Kanker Ada? Memahami Penyakit dari Sisi Biologi, Takdir, dan Gaya Hidup
Kenapa Kanker Payudara di Indonesia Sering Terlambat Ketahuan? Fakta Mengejutkan Ini Terungkap!
Perlindungan Diri Saat Demo: Tips Jaga Fisik dan Psikologis
Beban Kesadaran, Saat 'Lebih Baik Dungu' Menjadi Dambaan Logis Penyintas Trauma
Memahami Perasaan 'Menjadi Contoh Buruk' Jebakan Pikiran dan Jalan Pulihnya
Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari untuk Kesehatan Tubuh
Trauma Kehilangan Masa Kecil dan Dampaknya pada Rasa Kepemilikan Saat Dewasa