BANDUNG BARAT, PROJABAR.COM – Proses evakuasi puluhan siswa SMK Mekarmukti di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, yang mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kendala utama yang dilaporkan adalah masalah bahan bakar minyak (BBM) untuk armada ambulans dan lambatnya koordinasi teknis di lapangan.
Baca Juga: Korban Keracunan Massal Bandung Barat Capai 352 Siswa, Diduga Ayam Basi dalam Menu MBG Jadi Pemicu
Insiden keracunan massal ini terjadi pada siang hari. Puluhan siswa mulai melaporkan gejala mual, muntah, dan piring setelah mengonsumsi makan siang dari program MBG. Gejala tersebut mengindikasikan keracunan makanan.
Lokasi kejadian adalah SMK Mekarmukti yang terletak di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Korban adalah puluhan siswa sekolah tersebut. Tim gabungan termasuk relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat dikerahkan untuk menangani insiden ini.
Menurut pengakuan relawan di lokasi, hambatan utama berasal dari dua faktor. Pertama, beberapa unit ambulans mengalami kehabisan BBM di tengah proses evakuasi, memaksa sopir dan relawan untuk mencari bahan bakar secara mandiri. Kedua, terlihat lambatnya koordinasi operasional lapangan. Anggota BPBD yang berada di lokasi disebutkan masih menunggu arahan dari pimpinan sebelum dapat menggerakkan armada ambulans secara efektif. "Kami sudah di lokasi sejak siang, tapi ambulans belum bisa jalan karena koordinasi operasional belum jelas. BPBD masih tunggu arahan," ujar salah satu relawan.
Keterlambatan ini membuat proses evakuasi menjadi tidak efisien. Siswa dengan gejala keracunan yang berat harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pertolongan medis pertama di fasilitas kesehatan. Ketiadaan posko terpadu yang mengkoordinir informasi dan logistik semakin memperparah situasi. Warga setempat dan orang tua siswa akhirnya turun tangan dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk mengangkut siswa yang belum tertangani oleh ambulans.
Pihak sekolah telah menghentikan sementara distribusi MBG dan memfokuskan upaya pada penanganan siswa yang terdampak. Kejadian di Cihampelas ini merupakan lanjutan dari serangkaian insiden keracunan MBG di Bandung Barat. Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus serupa di Kecamatan Cipongkor. Dengan adanya kasus baru ini, evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur pelaksana program MBG di wilayah Bandung Barat dipastikan akan diperluas.
Baca Juga: Darurat Keracunan MBG: 5.626 Anak Korban, Program Rp335 T Dikhianati Masalah Distribusi dan Menu
(mcbsa)