PROJABAR.COM - Obesitas, yang kini diakui sebagai penyakit kronis multifaktorial, tidak lagi sekadar persoalan gaya hidup. Data terkini dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengungkapkan bahwa 23,4% atau hampir satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi ini.
Dalam menanggapi beban kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkannya, terapi berbasis agonis reseptor GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) hadir sebagai terobosan medis yang menjanjikan, tidak hanya untuk menurunkan berat badan tetapi juga untuk kesehatan jantung.
Baca Juga: Krisis Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat: Sebuah Kegagalan Sistemik?
Apa Itu GLP-1 dan Bagaimana Cara Kerjanya?
GLP-1 adalah hormon yang secara alami diproduksi oleh sel-sel di usus kecil setelah makan. Fungsi utamanya adalah membantu tubuh mengontrol kadar gula darah.
Terapi GLP-1 menggunakan obat yang dikenal sebagai agonis reseptor GLP-1, yang bertugas meniru kerja hormon alami ini di dalam tubuh.
Obat ini bekerja melalui beberapa mekanisme pintar.
Pertama, merangsang pankreas untuk melepaskan insulin ketika kadar gula darah tinggi.
Kedua, menekan produksi glukagon, hormon yang meningkatkan gula darah. Ketiga, memperlambat pengosongan lambung, sehingga makanan lebih lama dicerna dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
Terakhir, memberi sinyal ke otak untuk menekan rasa lapar, membantu mengontrol nafsu makan. Kombinasi efek inilah yang kemudian berdampak pada penurunan berat badan dan kontrol gula darah.
Manfaat yang Terbukti: Dari Turunkan Berat Badan hingga Lindungi Jantung
Manfaat terapi GLP-1 telah dikonfirmasi oleh berbagai studi global. Berikut adalah manfaat-manfaat utamanya:
-
Penurunan Berat Badan Signifikan: Berdasarkan hasil studi global, terapi ini memungkinkan satu dari tiga pasien menurunkan lebih dari 20% berat badannya ketika dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup.
Studi lain menunjukkan, semaglutide dapat menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 15,3 kg dalam 68 minggu.
-
Pengurangan Risiko Kardiovaskular: Bagi pasien obesitas dengan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah, terapi GLP-1 terbukti menurunkan risiko kardiovaskular hingga 20%.
Beberapa agonis GLP-1 juga terbukti mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung dan stroke.
Artikel Terkait
Pakar Kesehatan Universitas Soroti Pembagian Bir di Ajang Lari Bandung: Kontra dengan Prinsip Gaya Hidup Sehat
Manfaat Berjalan Kaki Setiap Hari: Olahraga Sederhana untuk Kesehatan Optimal
5 Program Prioritas Diusulkan Pemda Bekasi Untuk Pembangunan Jawa Barat yang Lebih Maju: Dari Sektor Pendidikan, Bantuan Sosial & Pelayanan Kesehatan
Dukung Cek Kesehatan Gratis bagi 12,5 Juta Siswa, Kemenag: Program ini Jadi Contoh Kerjasama Lintas Iman Lintas Institusi
Cek Fakta [HOAX] Beredar Informasi Pemprov Jawa Barat Akan Lunasi Utang RP 300 Miliar Untuk BPJS Kesehatan
Tips Praktis Menjaga Kesehatan Mental di Dunia Kerja yang Serba Cepat
Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari untuk Kesehatan Tubuh
Bahaya Perokok Pasif: Dampak Asap Rokok bagi Kesehatan dan Ekonomi
Biaya Manusia dari Jerat Pinjol Ilegal: Krisis Kesehatan Mental dan Kehancuran Sosial
Laboratorium Kesehatan Jabar Ungkap Dua Faktor Penyebab Makanan MBG Cepat Basi hingga Picu Keracunan Massal