PROJABAR.COM - Kabupaten Bogor resmi menempati peringkat ketiga sebagai kabupaten paling maju di Jawa Barat berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca Juga: Kritis PHK Maret 2026: Data JKP Hanya Puncak Gunung Es, Daya Tahan Industri di Ujung Tanduk
Prestasi ini sekaligus mengantarkan daerah berjuluk Kota Hujan tersebut ke posisi keempat sebagai wilayah paling maju di tingkat regional Pulau Jawa.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil dari perencanaan pembangunan yang selaras dengan arah kebijakan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
“Capaian ini menandakan bahwa dari sisi perencanaan, Kabupaten Bogor telah berjalan sesuai arahan Bupati Bogor, khususnya dalam meningkatkan iklim investasi,” ujar Bambam di Cibinong, Jumat (10/4/2026).
Kabupaten Bogor berhasil mengoleksi nilai 3,94 pada IDSD 2025.
Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di peringkat keempat dengan nilai 3,81.
Di tingkat regional Jawa, Kabupaten Bogor meraih nilai 89,940, yang mengukuhkan posisinya di peringkat keempat daerah paling maju se-Pulau Jawa.
Penilaian IDSD tersebut didasarkan pada lima indikator utama, yakni Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), infrastruktur, sumber daya manusia dan pendidikan, investasi dan industri, serta pertumbuhan wilayah.
Peningkatan peringkat ini dinilai tidak terlepas dari kebijakan pembangunan daerah yang berfokus pada percepatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, posisi Kabupaten Bogor sebagai wilayah strategis penyangga ibu kota dan bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek turut memperkuat daya tarik investasi dan aktivitas ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mendorong digitalisasi birokrasi melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta pengembangan sektor unggulan seperti industri, pertanian modern, dan pariwisata.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemerataan pembangunan antarwilayah.
Baca Juga: Total PHK Maret 2026 Capai 8.389 Orang, Jawa Barat Jadi Wilayah Terparah