kesehatan

Usai Keracunan Massal 657 Siswa, Dapur SPPG Al-Bayyinah 2 di Garut Resmi Ditutup

Rabu, 24 September 2025 | 21:48 WIB
Penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Satuan Reserse Kriminal Polres Garut telah memeriksa 19 orang saksi.*

PROJABAR.COM – GARUT – Aktivitas Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Bayyinah 2 di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, resmi dihentikan sementara. Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dari dapur tersebut.

Baca Juga: Sekda Jabar Herman Suryatman Pastikan Penanganan 500 Pelajar Korban Keracunan MBG di Bandung Barat

Apa yang Terjadi?

Insiden keracunan massal terjadi setelah para siswa menyantap hidangan MBG pada Selasa (16 September 2025). Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam woku, tempe orek, lalapan sayur, dan buah stroberi. Tidak lama setelah menyantap makanan, puluhan siswa mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing. Gejala ini berlanjut hingga keesokan harinya, dan jumlah korban terus bertambah berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut .

Siapa yang Terdampak dan Di Mana Lokasinya?

Lokasi kejadian berpusat di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dampaknya sangat signifikan, dengan Dinkes Garut mencatat total 657 orang mengalami gejala keracunan . Korban adalah siswa yang menerima makanan dari Dapur SPPG Al-Bayyinah 2. Insiden ini menjadi kasus keracunan MBG dengan jumlah korban terbesar yang diungkapkan dalam sepekan terakhir di Jawa Barat, menyusul kasus-kasus serupa di daerah lain .

Kapan Insiden dan Penanganannya Berlangsung?

  • Selasa, 16 September 2025: Siswa mengonsumsi MBG dan mulai menunjukkan gejala keracunan.

  • Hingga Jumat, 19 September 2025: Jumlah korban terus meningkat dan mencapai 657 orang.

  • Selasa, 23 September 2025: Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengonfirmasi penutupan sementara operasional Dapur SPPG Al-Bayyinah 2.

  • Rabu, 24 September 2025: Kepolisian Resor Garut telah memeriksa 19 orang saksi untuk keperluan penyelidikan.

Baca Juga: Korban Keracunan Massal Bandung Barat Capai 352 Siswa, Diduga Ayam Basi dalam Menu MBG Jadi Pemicu

Mengapa Keracunan Ini Bisa Terjadi?

Penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil investigasi resmi. Kepala Dinkes Garut, Leli Yuliani, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diambil keluar . Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium kesehatan di Bandung untuk dianalisis guna mendeteksi ada tidaknya bakteri atau zat berbahaya . Dugaan sementara mengarah pada makanan yang diproduksi oleh Dapur SPPG Al-Bayyinah 2.

Bagaimana Respons dan Langkah Penanganan?

Pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah konkret :

  1. Penutupan Sementara: Kegiatan pengolahan MBG di Dapur SPPG Al-Bayyinah 2 dihentikan sementara.

  2. Pembentukan Satgas: Satuan Tugas (Satgas) MBG daerah yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut dibentuk untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

  3. Penyelidikan Kepolisian: Satuan Reserse Kriminal Polres Garut telah memeriksa 19 orang saksi, yang berasal dari pihak sekolah, petugas keamanan, korban pelajar, hingga pengelola dapur. Penyidik juga mengamankan sampel makanan dan bahan baku untuk diuji di laboratorium.

  4. Koordinasi Intensif: Proses investigasi dilakukan dengan berkoordinasi erat dengan Dinkes Kabupaten Garut dan instansi terkait lainnya untuk memastikan transparansi dan kelengkapan.

Halaman:

Tags

Terkini