pendidikan

3.600 Pelajar Se-Jabar Hadiri WJSLS 4.0, Dikenalkan Nilai Pancawaluya untuk Perkuat Kepemimpinan dan Peduli Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 | 19:46 WIB
Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi alias KDM saat berdialog dengan tokoh masyarakat Jonggol, disela acara peresmian gedung baru SMAN 3 Jonggol, Kamis, 16 April 2026. (dok istimewa).

PROJABAR.COM - Sebanyak 3.600 pelajar jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) dari seluruh Jawa Barat mengikuti West Java Student Leader Summit (WJSLS) 4.0 yang berlangsung di Convention Hall Telkom University (Tel-U), Bandung, pada Sabtu, 11 April 2026 lalu.
Baca Juga: Musrenbang 2027: Gubernur Prioritas Pendidikan, DPRD Kawal Ketat SMK IDN Bogor

Kegiatan yang digagas oleh Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) bersama Telkom University ini bertujuan menjadi wadah penguatan karakter kepemimpinan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan bagi generasi muda.

Dalam acara yang juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 FOJB tersebut, para pelajar diajak untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, termasuk upaya mengurangi sampah plastik.

Acara ini mengusung nilai-nilai Pancawaluya, yang terdiri dari Cageur (sehat jasmani dan rohani), Bageur (baik hati), Bener (benar dan jujur), Pinter (cerdas), serta Singer (berbakat), sebagai dasar pembentukan pelajar yang berkarakter, tangguh, dan berdaya saing.

Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Sugito Adiwarsito, S.Pd., M.Pd., Or., yang mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam pembukaan acara, menegaskan pentingnya peran pelajar sebagai agen perubahan.

"Kepemimpinan yang kuat harus dibarengi kepedulian sosial dan lingkungan," ujar Sugito.

"Oleh karena itu, nilai Pancawaluya, Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer sebagai dasar pembentukan pelajar berkarakter, tangguh, dan berdaya saing sangat pas diusung dalam acara ini," imbuhnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, S.Pd., M.Pd. Pihaknya berharap karakter unggul melalui Pancawaluya benar-benar tertanam melalui kegiatan tersebut.

Rektor Telkom University, Suyanto, menilai WJSLS sebagai kolaborasi strategis untuk menyiapkan pemimpin muda yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni oleh pelajar, Edu Fair, pameran fakultas, campus tour, serta talkshow dari berbagai komunitas lingkungan seperti Greenpeace, Owaste, dan Zero Waste Adventure.

Di tengah gencarnya berbagai program penguatan karakter bagi pelajar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi juga terus mematangkan berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan. Sebelumnya, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 pada Rabu, 15 April 2026, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan di Jawa Barat.

"Prioritas tetap di layanan kebutuhan dasar, yaitu optimalisasi layanan pendidikan agar seluruh masyarakat Jawa Barat bisa bersekolah sampai SMA dan SMK dengan dua kebijakan, membangun ruang kelas baru, memberikan subsidi pada masyarakat miskin untuk sekolah, baik di negeri maupun swasta," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Bandung.

Selain WJSLS 4.0, berbagai inisiatif pendidikan lainnya juga berlangsung di Jawa Barat pada pekan ini. Perusahaan transportasi online Maxim bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar kompetisi cerdas cermat Bahasa Inggris bertajuk "Maxim Quiz: English Brain Game" yang diikuti oleh lebih dari 216 peserta dari 40 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bandung Raya.
Baca Juga: Mahasiswa di Jawa Barat, Bogor, Bacok Tante

Tags

Terkini